PolitikPos.Com
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Partai Politik
  • Pemilu & Pilkada
  • Isu
  • Opini
  • Figur
No Result
View All Result
PolitikPos.Com
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Partai Politik
  • Pemilu & Pilkada
  • Isu
  • Opini
  • Figur
No Result
View All Result
PolitikPos.Com
No Result
View All Result
Home Internasional

Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

admin by admin
August 13, 2026
in Internasional
0
Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Indonesia dan Kamboja memperkuat kerja sama untuk memberantas kejahatan penipuan daring atau online scam yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI).

You might also like

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

Salah satu langkah yang disiapkan kedua negara adalah pembentukan Indonesian Desk di Markas Besar Kepolisian Nasional Kamboja. Mekanisme ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi penegak hukum sekaligus mencegah semakin banyak WNI terjerat jaringan penipuan daring.

Pembentukan Indonesian Desk menjadi bagian dari pembahasan antara Indonesia dan Kamboja mengenai penanganan kejahatan transnasional. Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan terhadap WNI yang menjadi korban maupun memiliki keterkaitan dengan kasus online scam.

Jadi Pusat Koordinasi Aparat Indonesia-Kamboja

Indonesian Desk nantinya berfungsi sebagai titik koordinasi antara aparat penegak hukum Indonesia dan Kamboja.

Melalui mekanisme tersebut, kedua negara dapat mempercepat pertukaran informasi, mendukung proses investigasi, serta menangani perkara online scam yang memiliki keterkaitan dengan WNI.

Kerja sama lintas negara dinilai penting karena jaringan penipuan daring umumnya beroperasi secara terorganisasi dan memanfaatkan perbedaan yurisdiksi antarnegara.

Selain pembentukan desk khusus, Indonesia juga menawarkan peningkatan kapasitas bagi aparat penegak hukum Kamboja. Materi yang ditawarkan antara lain pemahaman mengenai standar Financial Action Task Force (FATF), keterampilan forensik keuangan, serta keamanan siber.

WNI Kerap Terjebak Tawaran Kerja

Persoalan online scam di Kamboja tidak hanya berkaitan dengan aktivitas penipuan, tetapi juga menyangkut perlindungan WNI yang direkrut melalui tawaran pekerjaan.

Dalam sejumlah kasus, calon pekerja dijanjikan pekerjaan dengan gaji menarik. Namun, setelah tiba di Kamboja, mereka justru dibawa ke lokasi operasi penipuan daring.

Polri sebelumnya mengungkap adanya WNI yang direkrut dengan iming-iming pekerjaan sebagai operator komputer. Setelah tiba di Kamboja, paspor korban disebut diambil dan mereka kemudian dipekerjakan dalam aktivitas online scamming.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa modus perekrutan menjadi salah satu pintu masuk yang dimanfaatkan jaringan kejahatan transnasional.

Indonesia dan Kamboja Perkuat Penegakan Hukum

Selain Indonesian Desk, kedua negara juga membahas pembaruan nota kesepahaman mengenai kerja sama pencegahan dan pemberantasan kejahatan transnasional serta peningkatan kapasitas.

Pembaruan kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi penegakan hukum dan penanganan perkara lintas negara.

Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap rencana konferensi internasional mengenai pemberantasan online scam yang akan diselenggarakan Kamboja pada September 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antarnegara dalam menghadapi jaringan penipuan daring.

Perlindungan WNI Jadi Perhatian

Di sisi lain, pemerintah Indonesia terus menaruh perhatian terhadap WNI yang menjadi korban maupun terlibat dalam kasus online scam di Kamboja.

Dalam kunjungan kerja ke Phnom Penh, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno juga meninjau fasilitas penampungan sementara WNI di KBRI Phnom Penh.

Penanganan WNI tidak hanya diarahkan pada proses pemulangan, tetapi juga membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk pendampingan setelah mereka kembali ke Indonesia.

Pembentukan Indonesian Desk menjadi langkah baru dalam mempersempit ruang gerak jaringan online scam sekaligus memperkuat perlindungan bagi WNI.

Dengan koordinasi langsung antara aparat Indonesia dan Kamboja, pertukaran informasi dan penanganan kasus diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga perekrut, pengelola, maupun jaringan yang berada di balik praktik penipuan daring dapat lebih mudah ditelusuri.

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

by admin
September 23, 2026
0

Presiden Iran Masoud Pezeshkian merespons keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan tunduk meski menghadapi...

Read more

Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

by admin
September 22, 2026
0

Iran disebut membuka peluang untuk kembali membuka Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Namun, rencana tersebut tidak diberikan tanpa syarat. Teheran meminta Amerika Serikat (AS) terlebih dahulu mengurangi...

Read more

Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

by admin
September 19, 2026
0

Era Warren Buffett di puncak Berkshire Hathaway memasuki babak baru. Investor legendaris berusia 96 tahun itu resmi melepaskan jabatan Chairman Berkshire Hathaway setelah lebih dari lima dekade memimpin...

Read more

74 Pelajar Indonesia Terjebak di Yaman, Mokha Dikuasai Houthi

by admin
September 18, 2026
0

Sebanyak 74 warga negara Indonesia (WNI) masih berada di Kota Mokha, Yaman, di tengah situasi keamanan yang memburuk setelah kelompok Houthi menguasai kota pelabuhan strategis tersebut. Sebagian besar...

Read more

Australia Larang Pelajar Asing Bawa Keluarga, Warga Indonesia Kena Dampaknya?

by admin
September 18, 2026
0

Australia mulai memperketat kebijakan migrasinya. Pemerintah negara tersebut menyiapkan aturan baru yang akan membatasi kemampuan sebagian pelajar internasional untuk membawa anggota keluarga ke Australia. Kebijakan tersebut diumumkan Menteri...

Read more
Next Post
Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Related News

Inilah Modus Korupsi Dadan Dkk: Markup Pengadaan Motor Listrik Rp 1 T, Sepatu, Tablet

Inilah Modus Korupsi Dadan Dkk: Markup Pengadaan Motor Listrik Rp 1 T, Sepatu, Tablet

June 3, 2026

HUT Kemenhaj ke-1, BRK Syariah Bengkalis Perkuat Sinergi Pelayanan Masyarakat

September 8, 2026

Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

March 13, 2026

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita-Pilihan
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Isu
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi
PolitikPos.Com

Menyajikan informasi politik terkini dan kredibel. Kami hadir untuk mengurai setiap narasi, memastikan pembaca memahami isu, serta membongkar esensi di balik kebijakan yang mempengaruhi bangsa.

CATEGORIES

  • Advertorial
  • Berita-Pilihan
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Isu
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi

BROWSE BY TAG

Bank Riau Kepri Syariah bencana alam brk BRKS BRK Syariah btn ekonomi hukum Kriminal Matra mbg nasional organisasi SPPG Yuridis

Copyright © 2025 PolitikPos.com. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Partai Politik
  • Pemilu & Pilkada
  • Isu
  • Opini
  • Figur

Copyright © 2025 PolitikPos.com. All Rights Reserved.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?