PolitikPos.Com
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Partai Politik
  • Pemilu & Pilkada
  • Isu
  • Opini
  • Figur
No Result
View All Result
PolitikPos.Com
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Partai Politik
  • Pemilu & Pilkada
  • Isu
  • Opini
  • Figur
No Result
View All Result
PolitikPos.Com
No Result
View All Result

Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

admin by admin
September 25, 2026
in Uncategorized
0
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tidur saat jam kerja umumnya identik dengan anggapan malas atau tidak profesional. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya berlaku di Jepang. Di Negeri Sakura, terdapat fenomena budaya yang dikenal sebagai inemuri, yakni kebiasaan tertidur sejenak ketika seseorang tetap berada dalam sebuah aktivitas atau lingkungan sosial.

You might also like

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

Alzheimer Bisa Terdeteksi Sebelum Lupa Ingatan, Tes Darah Jadi Harapan Baru

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

Inemuri secara sederhana dapat dipahami sebagai “tidur sambil tetap hadir”. Praktik ini dapat ditemukan dalam berbagai situasi, mulai dari perjalanan menggunakan transportasi umum hingga lingkungan kerja, rapat, ruang belajar, dan tempat-tempat umum lainnya.

Fenomena tersebut menjadi menarik karena orang yang tertidur tidak selalu dianggap sedang menghindari pekerjaan. Dalam konteks tertentu, tidur sejenak justru dapat dipandang sebagai tanda bahwa seseorang sedang kelelahan setelah menjalani aktivitas yang padat.

Peneliti budaya Jepang dari University of Cambridge, Brigitte Steger, merupakan salah satu akademisi yang banyak meneliti fenomena inemuri. Dalam kajiannya, tidur di ruang publik di Jepang tidak semata-mata dipahami sebagai perilaku individual, tetapi juga memiliki konteks sosial dan budaya.

Yang membedakan inemuri dengan tidur biasa adalah konsep “tetap hadir”. Seseorang memang memejamkan mata dan tertidur untuk sementara waktu, tetapi secara sosial ia masih dianggap berada dalam aktivitas tersebut. Karena itu, konteks menjadi bagian penting dalam memahami praktik ini.

Di lingkungan kantor, misalnya, seorang pekerja bisa saja tertidur sejenak ketika rapat berlangsung. Namun, penerimaan terhadap perilaku tersebut tidak otomatis berlaku bagi semua orang. Status, usia, posisi dalam organisasi, serta konteks kegiatan dapat memengaruhi apakah seseorang dianggap wajar ketika melakukan inemuri.

Karyawan yang masih baru atau berada di posisi junior umumnya memiliki tuntutan berbeda dibandingkan pekerja yang lebih senior. Dalam sejumlah kajian mengenai inemuri, semakin tinggi posisi sosial atau jabatan seseorang, semakin besar pula toleransi terhadap kebiasaan tersebut.

Budaya kerja juga menjadi salah satu latar belakang penting munculnya fenomena ini. Tidur di tempat kerja dapat dibaca sebagai konsekuensi dari rasa lelah setelah menjalani aktivitas dan pekerjaan yang panjang. Dengan kata lain, seseorang yang tertidur tidak selalu dianggap sedang mengabaikan tugas, tetapi dapat dipandang sebagai orang yang telah mengerahkan banyak tenaga.

Fenomena tersebut juga tidak hanya berlangsung di kantor. Orang Jepang dapat ditemukan tertidur di kereta, taman, kafe, perpustakaan, hingga berbagai ruang publik. Penelitian mengenai inemuri menunjukkan bahwa tidur singkat di ruang publik telah menjadi bagian dari kehidupan sosial yang memiliki konteks tersendiri di Jepang.

Meski demikian, inemuri tidak seharusnya dipahami sebagai pembenaran untuk bekerja sampai kelelahan. Di balik kebiasaan tersebut terdapat persoalan mengenai keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kebutuhan tubuh untuk beristirahat. Karena itu, fenomena inemuri justru memperlihatkan bagaimana masyarakat Jepang memiliki cara tersendiri dalam mempertemukan tuntutan produktivitas dengan kebutuhan tidur.

Menariknya, tidur singkat pada siang hari juga telah menjadi perhatian dalam penelitian mengenai fungsi kognitif. Sejumlah penelitian menemukan bahwa tidur siang dapat memberikan manfaat terhadap aspek tertentu seperti kewaspadaan dan memori. Namun, manfaat tersebut tidak mengubah fakta bahwa kebutuhan tidur malam yang cukup tetap penting bagi kesehatan dan fungsi tubuh.

Pada akhirnya, inemuri bukan sekadar kebiasaan tidur di tengah aktivitas. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sebuah tindakan yang di banyak tempat dapat dianggap sebagai tanda kemalasan justru memperoleh makna sosial yang berbeda di Jepang. Di balik mata yang terpejam, terdapat konteks budaya, posisi sosial, serta cara masyarakat memandang kerja dan kelelahan.

Dengan demikian, ketika melihat seseorang tertidur di kantor Jepang, konteksnya tidak bisa langsung disamakan dengan tidur saat bekerja di tempat lain. Bisa jadi, orang tersebut bukan sedang meninggalkan pekerjaannya, melainkan tengah menjalani salah satu fenomena budaya yang dikenal sebagai inemuri.

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

by admin
September 27, 2026
0

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin cepat. Kemampuan teknologi ini tidak lagi terbatas pada menjawab pertanyaan, membuat gambar, menulis kode, atau mengolah data. Sistem AI generasi...

Read more

Alzheimer Bisa Terdeteksi Sebelum Lupa Ingatan, Tes Darah Jadi Harapan Baru

by admin
September 27, 2026
0

Penyakit Alzheimer selama ini kerap baru diketahui setelah seseorang mulai mengalami gangguan daya ingat atau perubahan kemampuan berpikir. Namun, perkembangan penelitian terbaru membuka peluang untuk mengenali tanda-tanda penyakit...

Read more

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

by admin
September 25, 2026
0

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak 53.490 pekerja melaporkan terkena PHK melalui Sistem Jaminan...

Read more

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

by admin
September 24, 2026
0

Temuan fasilitas yang disebut menyerupai apartemen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memicu perhatian pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan...

Read more

Nusantara Explorer Diluncurkan 28 September, Begini Isi Kereta Mewah Buatan KAI

by admin
September 24, 2026
0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI segera menghadirkan pengalaman baru dalam perjalanan wisata di Indonesia. Kereta wisata mewah Nusantara Explorer dijadwalkan mulai dikomersialkan pada 28 September 2026....

Read more
Next Post

Alzheimer Bisa Terdeteksi Sebelum Lupa Ingatan, Tes Darah Jadi Harapan Baru

Related News

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

August 14, 2026
BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai Masyarakat

BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai Masyarakat

March 5, 2026
AI Jadi Senjata Baru Perang Modern, AS Mampu Serang 1.000 Target dalam Sekejap

AI Jadi Senjata Baru Perang Modern, AS Mampu Serang 1.000 Target dalam Sekejap

March 7, 2026

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita-Pilihan
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Isu
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi
PolitikPos.Com

Menyajikan informasi politik terkini dan kredibel. Kami hadir untuk mengurai setiap narasi, memastikan pembaca memahami isu, serta membongkar esensi di balik kebijakan yang mempengaruhi bangsa.

CATEGORIES

  • Advertorial
  • Berita-Pilihan
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Isu
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi

BROWSE BY TAG

Bank Riau Kepri Syariah bencana alam brk BRKS BRK Syariah btn ekonomi hukum Kriminal Matra mbg nasional organisasi SPPG Yuridis

Copyright © 2025 PolitikPos.com. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Partai Politik
  • Pemilu & Pilkada
  • Isu
  • Opini
  • Figur

Copyright © 2025 PolitikPos.com. All Rights Reserved.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?