PolitikPos.Com
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Partai Politik
  • Pemilu & Pilkada
  • Isu
  • Opini
  • Figur
No Result
View All Result
PolitikPos.Com
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Partai Politik
  • Pemilu & Pilkada
  • Isu
  • Opini
  • Figur
No Result
View All Result
PolitikPos.Com
No Result
View All Result
Home Internasional

Tragedi di Iran: 202 Anak dan 223 Perempuan Jadi Korban Serangan Udara

admin by admin
March 15, 2026
in Internasional
0
Tragedi di Iran: 202 Anak dan 223 Perempuan Jadi Korban Serangan Udara
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

onflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran kembali memicu sorotan dunia internasional setelah laporan terbaru menyebut ratusan warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, menjadi korban jiwa. Data otoritas kesehatan Iran mencatat sedikitnya 202 anak-anak dan 223 perempuan tewas sejak rangkaian serangan udara dimulai pada akhir Februari 2026.

You might also like

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

Angka korban tersebut muncul di tengah eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah, dengan serangan udara intensif menyasar sejumlah wilayah strategis di Iran. Pemerintah Iran menyebut korban sipil terus bertambah seiring berlanjutnya operasi militer gabungan yang berlangsung hampir setiap hari.

Korban Sipil Jadi Sorotan Dunia

Laporan resmi menyebut korban tewas mencakup kelompok rentan, termasuk perempuan hamil serta anak-anak usia balita. Situasi ini memicu kekhawatiran komunitas internasional mengenai dampak kemanusiaan dari konflik yang berkembang cepat tersebut.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia menilai tingginya angka korban sipil menunjukkan risiko besar terhadap masyarakat non-kombatan dalam perang modern. Investigasi independen bahkan menyoroti serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk sekolah, yang diduga melanggar hukum humaniter internasional.

Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada akhir Februari ketika sebuah sekolah dasar di kota Minab dilaporkan terkena serangan rudal saat jam belajar berlangsung. Serangan itu menewaskan puluhan hingga ratusan siswa, sebagian besar anak perempuan, dan menjadi salah satu tragedi paling fatal sejak konflik dimulai.

Konflik Memanas Sejak Akhir Februari

Serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026 dalam operasi yang menargetkan sejumlah fasilitas yang disebut terkait kepentingan militer dan keamanan nasional. Operasi tersebut kemudian memicu balasan serangan dari Iran dan memperluas ketegangan regional.

Sejak saat itu, intensitas serangan udara meningkat dan berdampak pada infrastruktur serta kawasan permukiman sipil. Laporan berbagai lembaga internasional menyebut ribuan warga sipil terdampak langsung akibat pemboman dan serangan balasan di berbagai wilayah.

PBB dan Lembaga HAM Minta Investigasi

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta kelompok pemantau HAM mendesak penyelidikan independen terhadap serangan yang menimbulkan korban sipil besar. Sebuah laporan PBB bahkan menyatakan terdapat “alasan kuat” untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum perang dalam beberapa serangan udara yang menyasar fasilitas sipil.

Para ahli HAM menekankan bahwa serangan terhadap sekolah atau fasilitas sipil merupakan pelanggaran serius karena berdampak langsung pada keselamatan anak-anak dan masa depan masyarakat sipil.

Dampak Regional dan Kekhawatiran Global

Konflik yang terus berlangsung tidak hanya meningkatkan jumlah korban jiwa, tetapi juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. Jalur energi global, perdagangan internasional, serta keamanan regional ikut terdampak akibat meningkatnya ketegangan militer.

Sejumlah negara dan organisasi internasional kini menyerukan de-eskalasi serta dialog diplomatik guna mencegah korban sipil terus bertambah. Hingga kini, situasi di lapangan masih dinamis dengan risiko konflik meluas ke negara lain di kawasan.

Perkembangan terbaru menunjukkan perang modern tidak hanya berlangsung di garis depan militer, tetapi juga membawa konsekuensi besar bagi masyarakat sipil—terutama anak-anak dan perempuan yang menjadi kelompok paling rentan dalam konflik bersenjata.

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

by admin
September 23, 2026
0

Presiden Iran Masoud Pezeshkian merespons keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan tunduk meski menghadapi...

Read more

Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

by admin
September 22, 2026
0

Iran disebut membuka peluang untuk kembali membuka Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Namun, rencana tersebut tidak diberikan tanpa syarat. Teheran meminta Amerika Serikat (AS) terlebih dahulu mengurangi...

Read more

Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

by admin
September 19, 2026
0

Era Warren Buffett di puncak Berkshire Hathaway memasuki babak baru. Investor legendaris berusia 96 tahun itu resmi melepaskan jabatan Chairman Berkshire Hathaway setelah lebih dari lima dekade memimpin...

Read more

74 Pelajar Indonesia Terjebak di Yaman, Mokha Dikuasai Houthi

by admin
September 18, 2026
0

Sebanyak 74 warga negara Indonesia (WNI) masih berada di Kota Mokha, Yaman, di tengah situasi keamanan yang memburuk setelah kelompok Houthi menguasai kota pelabuhan strategis tersebut. Sebagian besar...

Read more

Australia Larang Pelajar Asing Bawa Keluarga, Warga Indonesia Kena Dampaknya?

by admin
September 18, 2026
0

Australia mulai memperketat kebijakan migrasinya. Pemerintah negara tersebut menyiapkan aturan baru yang akan membatasi kemampuan sebagian pelajar internasional untuk membawa anggota keluarga ke Australia. Kebijakan tersebut diumumkan Menteri...

Read more
Next Post
Larangan Vape Diperketat, Singapura Amankan Ribuan Rokok Elektronik Ilegal

Larangan Vape Diperketat, Singapura Amankan Ribuan Rokok Elektronik Ilegal

Related News

Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

March 24, 2026

Developer Nakal Rugikan Konsumen dan Bank

September 14, 2026
ASUS ROG Zephyrus Duo 2026 GX651 Resmi Meluncur di Indonesia, Layar OLED dan Fitur AI Terbaik

ASUS ROG Zephyrus Duo 2026 GX651 Resmi Meluncur di Indonesia, Layar OLED dan Fitur AI Terbaik

July 20, 2026

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita-Pilihan
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Isu
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi
PolitikPos.Com

Menyajikan informasi politik terkini dan kredibel. Kami hadir untuk mengurai setiap narasi, memastikan pembaca memahami isu, serta membongkar esensi di balik kebijakan yang mempengaruhi bangsa.

CATEGORIES

  • Advertorial
  • Berita-Pilihan
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Hukum Kriminal
  • Internasional
  • Isu
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi

BROWSE BY TAG

Bank Riau Kepri Syariah bencana alam brk BRKS BRK Syariah btn ekonomi hukum Kriminal Matra mbg nasional organisasi SPPG Yuridis

Copyright © 2025 PolitikPos.com. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Partai Politik
  • Pemilu & Pilkada
  • Isu
  • Opini
  • Figur

Copyright © 2025 PolitikPos.com. All Rights Reserved.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?